Kisah Ina Lodi Dari Belanda, Tolak Kerja Di Arab Saudi Demi Sabu Tercinta

 


Dubai adalah destinasi wisata menarik masyarakat mancanegara. Terlebih jika bekerja di sana, seseorang bisa mendapatkan uang sekaligus menikmati kemewahan dari setiap sudut negara yang dijuluki sebagai 'Kota Emas'.

Hal menggiurkan tersebut ternyata tidak berlaku bagi Lodimeda, wanita asal Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang juga merupakan alumni beasiswa LPDP. Sempat magang di perusahaan minyak ternama, Lodi ditawari supervisor-nya untuk kemudian bekerja di Dubai.

Namun, tekad Lodi adalah ingin membangun tanah kelahirannya sehingga ia menolak tawaran tersebut. Lodi lebih memilih melanjutkan S2 agar ia bisa melakukan riset dan mengamati masalah warga yang ada di kampungnya.


"Jadi yang saya lakukan di Sabu selama ini riset. Dalam bidang apa? Semua bidang yang ada hubungannya dengan energi, air, dan material walaupun kekhususan saya di S3 adalah tentang air tapi saya percaya bahwa ya pada akhirnya semua aspek kehidupan kita itu saling berkaitan satu dengan yang lainnya" ujarnya, dikutip dari laman LPDP, Sabtu (2/3/2024).

Masalah Krisis Air Bersih-Kesenjangan
Lodi menuturkan, masalah yang tak kunjung beres di kampungnya adalah krisis air bersih dan masalah ekonomi. Tak sedikit dari mereka yang tidak memikirkan sekolah apalagi kuliah.

"Pada akhirnya, keputusan untuk sekolah bisa jadi tidak rasional. Keputusan yang lebih rasional adalah lebih baik kita merantau, karena bisa memberi makan saudara-saudara yang ada di rumah. Kalau di sekolah belum tentu nanti pulang ke Sabu bisa kerja," kata Lodi.

Maka dari itu, sebagai orang yang diberikan kesempatan, Lodi tak ingin menyia-nyiakan ilmu yang telah didapatnya di sekolah dan kampus. Mahasiswa lulusan S1 Teknik Industri di Universitas Brawijaya ini bertekad menempuh pendidikan setinggi mungkin.

Kemudian, Lodi pun melanjutkan pendidikan S2 Industrial Ecology di Leiden University dengan beasiswa LPDP. Kini, Lodi tengah bersiap untuk melanjutkan S3 Industrial Ecology di Delft University of Technology (TU Delft) dengan beasiswa LPDP lagi.

Kecintaan Tinggi terhadap Kampung Halaman
Penolakan bekerja di luar negeri menurut Lodi juga dilatarbelakangi oleh kecintaannya terhadap Sabu. Orang-orang Sabu menurut Lodi sangat erat kekeluargaannya.

Hal tersebut dikarenakan Sabu memiliki tradisi sejarah tutur membaca silsilah keluarga dari kakek hingga nenek moyang. Oleh karena itu, warga Sabu selalu mengusahakan memberi ketertarikan soal Sabu kepada generasi penerusnya.

"Inilah yang membuat Beta selalu merasa dekat dengan Sabu dan membuat Beta memutuskan untuk setelah Beta kuliah, setelah selesai magang, memutuskan untuk kembali ke Sabu dan keputusan ini Beta jalani sampai hari ini," tuturnya.

Sepulang dari S3, Lodi berencana untuk pulang kembali ke Sabu. Di sana, ia akan terus melakukan riset dan mengamati bagaimana orang-orang di Sabu menjalani hidup dan bertahan.

Lodi mengatakan, ia sempat berpikir untuk membuat produk industri skala kecil menengah bagi warga Sabu untuk memaksimalkan karya mereka. Diketahui, warga di sana gemar membuat gula merah dan menenun kain.

Lodi juga mendirikan proyek museum rintisan bernama Museum Ammu Hawu. Museum berupa situs digital ini merekam sekaligus menggali seluruh peradaban sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan kebijaksanaan hidup yang diwariskan masyarakat Sabu dari generasi ke generasi. Sumber: Detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel