Akhirnya, Ayah Alm. Lucky Namo, Ditangkap Dan Ditahan


 


PELDA CHRISTIAN NAMO RESMI DITAHAN

Bapak Pelda Christian Namo resmi ditahan ‼️

Artinya Kasus yang disangkakan kepada beliau masuk Tahap penyidikan.

Tentunya penyidik DENPOM berani melakukan upaya paksa (kap/Han) sudah didukung alat bukti yg cukup ‼️


Nah, disini peran pengacara beliau dibutuhkan untuk mendampingi beliau membangun argumentasi pembelaan.

Untuk mau "melawan" pihak penyidik DENPOM pada titik ini tidak bisa, sebab dalam sistem peradilan militer tidak dikenal istilah PRA PERADILAN ‼️


Sebelumnya, Beredar vidio penangkapan




Beredar sebuah vidio ayahanda alm. Prada Lucky Namo hendak ditangkap oleh Provost dari TNI.

Lihat Vidio DISINI

Terlihat dalam vidio, Pelda Christian Namo berada di sebuah pelabuhan.

Datang dua orang mengenakan seragam TNI menyuruh Christian naik ke mobil.

namun, Christian tidak mau. Sampai terjadi adu mulut.

Christian minta untuk menunjukan surat perintah penangkapan baru dia naik ke mobil.


Kejadian itu cukup membuat tegang karna  Christian menolak dibawa aparat Provos sebab petugas tidak menunjukkan surat perintah resmi. 


Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba saat Pelda Christian baru saja turun dari kapal di Pelabuhan Tenau Kupang, Rabu (7/1/2026). 


Dalam video yang beredar, ia tampak mempertanyakan alasan penjemputan dan menolak naik ke mobil aparat sebelum dasar hukumnya dijelaskan. "Beta (saya) siap lepas baju. 

Beta punya anak sudah mati, jadi beta juga tidak mau mati. Jangan paksa beta. Beta hanya mau lihat surat perintah. Kasih tunjuk surat dulu baru beta naik mobil,” ucap Pelda Christian dengan nada tinggi sambil membuka pakaian dinasnya. 


 Kuasa Hukum Pertanyakan Prosedur Kuasa hukum Pelda Christian, Cosmas Jo Oko, menyatakan bahwa pihaknya mempertanyakan prosedur penjemputan tersebut. 


Menurutnya, penjemputan ini sangat mengejutkan karena kliennya tengah menjalani proses hukum dan dijadwalkan menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Kupang pada 9 Januari 2026.  


“Kami kaget. Klien kami sedang dalam proses hukum dan besok sudah ada agenda sidang. Tiba-tiba dijemput tanpa penjelasan hukum yang terang,” ujar Cosmas di lokasi kejadian, sebagaimana terekam dalam video. 


Cosmas menegaskan bahwa kliennya tidak berniat melawan institusi TNI, namun mereka menuntut transparansi dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Pihaknya bersedia mengikuti prosedur asalkan ada surat perintah yang jelas terkait perkara apa dan atas perintah siapa penjemputan tersebut dilakukan. 


 Ia menyebut kondisi psikologis kliennya saat ini masih dalam suasana duka mendalam atas meninggalnya sang anak, Prada Lucky Namo. Cosmas juga meminta agar kasus ini mendapat perhatian serius dari pimpinan tertinggi negara dan institusi militer. Ia berharap adanya evaluasi mendalam terhadap penanganan kasus yang menimpa kliennya



namun sampai akhir vidio, anggota yang hEndak menangkap Christian, tidak menunjukan surat yang diminta.

Kuasa hukum Christian mengatakan, ditangkap karna apa? Apa masalahnya? Tapi kedua anggota yang daTang itu tidak menjawab.


REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel