Pendeta Di NTT Dipolisikan Gegara Bilang: "Dilarang Sembah Bunda Maria Dan Ikut Pasola"
NTT DI KENAL SALAH SATU PROVINSI YANG HIDUP PENUH DENGAN TOLERANSI.
TAPI SAYANGNYA, DUGAAN HASUTAN UNTUK TIDAK MENYEMBAH BERHALA DATANG DARI DAERAH SUMBA YANG BARU BARU INI HEBOHKAN RESAHKAN SAUDARA/I KATOLIK.
MARI BERDISKUSI !!!!
Pendeta Benyamin Ana Ote bikin gaduh di media sosial. Berbagai kalangan mengecamnya.
Ironisnya, dia melarang umat Katolik menghormati Bunda Maria karna di nilai hal iti menyembah berhala.
Pernyataan tersebut dilontarkan Benyamin lewat potongan video dan beredar luas di Facebook.
Dalam rekaman video yang berdurasi 56 detik, Benyamin sampaikan pernyataan yang mengkritik praktik devosi umat Katolik terhadap Bunda Maria.
Dalam ucapannya, Pendeta Benyamin melarang umat Katolik memberikan penghormatan, seperti yang dia sebutkan sebagai “penyembahan” kepada Bunda Maria.
Benyamin menyatakan bahwa Bunda Maria hanya memiliki peran historis, setara dengan tokoh-tokoh Alkitab seperti Abraham, Daniel, Daud, Yunus, dan Ayub.
“Mereka penting, tetapi tidak untuk disembah. Apalagi sampai dibuatkan patung, dibakar lilin, lalu berdoa minta pertolongan. Itu penyembahan berhala karena sudah menggeser posisi sentral Yesus dalam hati,” ujar Pendeta Benyamin dalam video viral itu.
Mirisnya lagi, ia bahkan mengklaim bahwa keselamatan tidak akan diperoleh jika seseorang berdoa atau memohon pertolongan melalui Bunda Maria.
“Yesus tidak pernah mengajarkan dalam nama Bunda Maria orang akan sembuh atau selamat. Keselamatan hanya dalam nama Allah Tritunggal. Jadi setop menyembah Bunda Maria, kecuali Tuhan Yesus Kristus,” tegasnya.
Atas pernyataan itu, mengundang reaksi keras dari banyak kalangan.
Berbagai pihak menilai bahwa ucapan Benyamin tidak hanya mencerminkan perbedaan tafsir teologis, tetapi telah masuk ke ranah penyesatan dan pelecehan terhadap keyakinan umat Katolik.
di kutip dari beberapa postingan di media sosial, Pendeta Benyamin Ana Ote dilaporkan ke polisi atas pernyataan yang dianggap menista agama Katolik. Pernyataan ini diungkapkan dalam beberapa postingan di media sosial Facebook dan YouTube.
Robert Syukur Djola, salah satu penganut agama Katolik yang berdomisili di Poma, Desa Watu Kawula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, datang ke Mapolres Sumba Barat pada Selasa (6/1/2026) untuk melaporkan Pendeta Benyamin.
Robert menyatakan bahwa dirinya menentang keras pernyataan Pendeta Benyamin yang dianggap mencederai kepercayaan penganut agama Katolik. “Saya adukan penistaan terhadap agama Katolik sebagai langkah cegah agar keresahan publik ini tidak berbuah tindakan intoleransi yang kian massif,” ujarnya.
SILAHKAN CEK VEDEO DI
( Kupang Pung Viral ) LINK 👇👇
https://www.facebook.com/reel/1980785782482926/?mibextid=rS40aB7S9Ucbxw6v
SUMBER BERITA ; idnhits.com
JUDUL ARTIKEL ;
Pernyataan Pendeta Benyamin Ana Ote Biat Gaduh
@penggemar berat
#Benyaminanaote #pendetabenyamin #pendetamenistaagama #katolik #bundamaria #pendetabenyaminanaote #anaote #pendetabenyamin
#pendetamasif #pendetabenyaminanaote #benyaminanaote #viralkupang #penistaanagama
