Pelecehan Seksual Dalam Mobil Travel Di NTT, Korban Lompat Keluar, Diselamatkan Pemotor
PESAN PERINGATAN UNTUK PENUMPANG TRAVEL MALAM
Belajar dari kejadian ini, masyarakat dihimbau untuk selalu waspada saat menggunakan jasa travel, terutama pada malam hari:
Identifikasi Kendaraan: Sebelum naik, pastikan foto plat nomor mobil dan wajah sopirnya. Kirimkan foto tersebut kepada keluarga atau orang terdekat.
Hindari Perjalanan Malam: Jika memungkinkan, lebih baik menginap di rumah kerabat dan melanjutkan perjalanan pada pagi hari.
Waspada Lokasi Sepi: Selalu perhatikan rute perjalanan. Jika mobil berhenti di tempat gelap/sepi yang tidak wajar, segera bersiap mencari pertolongan.
Pantau Cahaya: Seperti kasus ini, cahaya lampu dari kendaraan lain bisa menjadi kesempatan untuk meminta bantuan atau melarikan diri.
Mari kita lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Satu sorotan lampu atau satu tindakan kecil kita bisa menyelamatkan nyawa dan masa depan seseorang.
Keterangan Gambar: Ilustrasi
Sumber: Sumba TV
AKSI PERCOBAAN RUDAPAKSA DI DALAM TRAVEL APV SILVER – KORBAN BERHASIL LOLOS DI KAMBAJAWA
SUMBA TIMUR – Sebuah insiden mengerikan nyaris menimpa seorang remaja putri di tengah malam. Melansir informasi dari akun Facebook Yuanita Rawa, sebuah aksi percobaan rudapaksa terjadi di dalam sebuah mobil travel pada Selasa malam (sekitar pukul 22.00 WITA) di kawasan Kambajawa, Waingapu.
Kronologi Kejadian PERCOBAAN RUDAPAKSA DI DALAM TRAVEL APV SILVER – KORBAN BERHASIL LOLOS DI KAMBAJAWA Sumba
Peristiwa bermula saat saksi mata (Yuanita Rawa) sedang dalam perjalanan pulang dari arah Wangga. Saat melintasi jalan gelap di depan sebuah gudang (dekat eksavator) setelah Gereja Katolik Kambajawa, saksi berhenti tepat di belakang sebuah mobil travel jenis Suzuki APV warna Silver.
"Saat itu ada truk dari arah berlawanan, jadi kami berhenti. Tanpa sengaja saya menyalakan lampu jauh motor saya yang langsung menyorot ke arah kaca belakang mobil APV tersebut," tulis Yuanita dalam unggahannya.
Aksi Penyelamatan Diri
Sesaat setelah lampu motor menyorot mobil tersebut, pintu kiri mobil tiba-tiba terbuka. Seorang anak perempuan (diperkirakan usia 15-16 tahun) melompat keluar dan berlari ke arah saksi dengan kondisi napas tersengal-sengal dan wajah ketakutan.
Berdasarkan pengakuan korban kepada saksi:
Modus: Pelaku yang berada di dalam travel mengajak korban melakukan hubungan seksual ("Main satu kali").
Ancaman: Karena korban menolak dan berteriak, pelaku mengancam korban menggunakan sebilah parang.
Kesempatan Lolos: Korban nekat memaksa membuka pintu mobil dan melompat setelah melihat cahaya lampu motor saksi dari arah belakang.
Tindakan Cepat Saksi
Melihat kondisi korban yang syok dan ketakutan, saksi langsung membawa remaja tersebut ke RSUD Umbu Rara Meha untuk mendapatkan perlindungan dari pihak keamanan/security yang berjaga. Kronologi kejadian pun telah dilaporkan kepada pihak keamanan di rumah sakit tersebut.