Siswi SMP Di Kupang 5 Hari Tak Pulang Rumah, Ternyata Digilir 7 Sopir Dan Ojol
Warga kota KUpang benar benar heboh dengan sejumlah kasus prostitusi online di Kupang. Yang makin mencengangkan adalah adanya keterlibatan anak di bawah umur, yakni siswi kelas 2 SMP negeri di Kota Kupang.
Sebagaimana dilansir dari digtara.com, seorang siswi SMP yang masih duduk di kelas 2 berinisial SHR dikabarkan hilang dari rumah selama 5 hari tanpa diketahui oleh orangtunya pergi kemana.
Ketika dicari oleh ayah dan ibunya, ternyata ditemukan di dalam kamar kos di wilayah Lasiana Kota Kupang.
SHR ternyata tidak sendirian, ia sedang bersama dengan seorang perempuan muda yang belakangan diketahui bernama Sari Doko.
Sari mengaku Jemput SHR 5 hari sebelumnya dari depan rumah mereka, tanpa diketahui oleh orangtua SHR.
LM, ibu kandung SHR menyebut handphone tersebut adalah miliknya yang dibawa SHR selama berhari-hari.
Anaknya itu meninggalkan rumah saat ia sedang bekerja. Sejak itu pihak keluarga berupaya mencari SHR hingga akhirnya ditemukan di Kelurahan Lasiana.
LM juga mengakui SHR mengalami perubahan perilaku setelah berkenalan dengan Sari pada Februari 2026.
Salah satunya, SHR tak pergi ke sekolah untuk ujian sampai tak lagi aktif menjadi pelajar.
LM sendiri tidak pernah bertemu dengan Sari. namun anaknya (SHR) pernah menyampaikan bahwa Sari ini sebelumnya viral terkait keterangannya soal kasus tewasnya Lucky Sanu (22) dan Delfi Foes (16).
Anaknya juga sempat tak pulang ke rumah selama empat hari dengan alasan menginap di rumah teman dan akan mengikuti latihan menari di sekolah.
Namun setelah dicek oleh kakaknya kepada sejumlah teman SHR hal tersebut tidak pernah terjadi.
SHR malah ditemukan di sebuah tempat milik Ako Ndoen di Kelurahan Lasiana dan mengaku kalau selama lima hari pergi dari rumah, ia telah 'melayani' tujuh orang pria yang rata-rata merupakan sopir angkutan kota.
Beberapa dari pelaku tersebut sudah diamankan pihak Ditres PPA dan PPO Polda NTT untuk kepentingan penyelidikan.
Dijual Ke Sopir dan Ojol
Sari mengaku 'menjual' SHR kepada tujuh orang pria yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum dalam kota maupun seorang yang dicurigai sebagai ojek.
Sari mematok tarif Rp 250 ribu kepada pria hidung belang untuk sekali kencan dengan SHR.
Uang itu dibagi dua setelah pembayaran dilakukan. Sari juga mengaku sempat mendapat uang tip Rp 50 ribu dari salah satu dari ketujuh pria tersebut.
Sari dan SHR mengaku uang tersebut dipakai untuk kebutuhan dan keperluan lainnya selama tinggal di kos.
Polisi juga telah mengantongi petunjuk mengenai para pria tersebut dan melakukan pengembangan kasus asusila yang melibatkan anak di bawah umur ini.
Sari sendiri juga telah mengakui bahwa bukan hanya SHR yang menjadi korbannya.
Sari mengaku sebelumnya ada beberapa korban lainnya yang ia jual dalam modus operandi serupa.
Dalam pemeriksaan polisi korbannya sebelum ini bisa lebih dari delapan orang.
"Korbannya kebanyakan dibawah umur," jelas dia.
Namun Sari mengaku praktik ini baru ia lakukan tetapi tidak menyebut sejak kapan tepatnya perdagangan orang seperti ini ia lakukan.
Sari juga menggunakan handphone yang dibawa SHR untuk berkomunikasi dan mengunduh Michat, salah satu aplikasi kencan online.