Kronologi Awal Sebelum Pegawai Koperasi Di Kupang Tiduri 5 Nenek, 7 Ibu-ibu
Ketika kru media ini bertamu ke sebuah rumah di amarasi Kabupaten Kupang, tersiar gosip yang sangat panas di kalangan beberapa orang, dimana seorang pegawai koperasi harian jenis kelamin laki-laki sering masuk keluar di wilayah desa mereka, setiap sore sampai malam.
Awalnya, mereka tau saja, dia sedang menagih hutang, karena banyak warga yang berutang di koperasi. Namun, semakin lama-semakin tidak wajar. Si pegawai itu sering masuk ke rumah nenek-nenek yang suami sudah tidak ada atau meninggal, bahkan juga ke rumah ibu rumah tangga yang masih bersuami namun, jauh kerja di kalimantam.
Usut punya usut, ternyata si pagawai itu telah tiduri beberapa wanita lansia dan ibu rumah tangga di wilayah itu.
Kesepakatan awal
Bukan tanpa alasan, para nenek dan para ibu itu ternyata terjebak dalam utang piutang yang mereka tidak bisa bayar alias kredit macet.
Maka dari itu, sang peagawai mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk marayu ibu ibu yang pembayarannya macet itu.
Tidak tanggung-tanggung, menurut penuturan beberapa pemuda desa, ada 5 nenek dan 7 ibu rumah tangga yang ditiduri pria yang berperawakan ganteng, tinggi, putih, kekar tersebut.
Kesepakatannya, para nenek dan para ibu itu siap buka celana yang penting utang dihitung lunas untuk hari itu. Biasanya, kejadian itu, akan berlangsung sampai utang dihitung lunas.
Praktik Gelap yang Sering terjadi
Rupanya ini, bukan hal baru dalam urusan utang-piutang koperasi harian. Praktek gelap seperti ini sudah sering berlangsung. Bahkan banyak terjadi di kota-kota besar terutama dilakukan oleh oknum penagih hutang koperasi harian.
