Begini Awal Mula Ibu-ibu Di Oebobo Kupang Diremas-remas Dan Ditelanjangi Dukun, Lapor Polisi

  





Seorang dukun di kupang yang menyamar jadi pendoa di tangkap polisi. Modusnya dengan mendoakan ibu-ibu yang mempunyai masalah pribadi dan rumah tangga. Pelaku-sampai menelajangi dan meremas-remas p4yudar para korban.


BACA JUGA: Gadis Di TTS Melahirkan Anak Kembar Dari Ayahnya Sendiri Setelah Dua Kali Diperkosa

Nasib Sial menimpa sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka menjadi korban seorang "dukun" yang mengaku sebagai pendoa dan solusi dari berbagai masalah rumah tangga korbannya. 


BACA JUGA: Oknum ASN Di Sabu Diduga Remas P4yu Dar4 Gadis 18 Tahun, Dewan Desak Polisi Penjarakan Pelaku


Pelaku adalah warga Kelurahan Nunumeu, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur bernama Stefanus (42). Pelaku berprofesi sebagai tukang di kota Kupang. Ia dilaporkan sejumlah IRT yang tinggal di Fatululi, Oebobo, Kupang. Karena sejumlah IRT itu merasa sudah menjadi korban Stefanus. 


 

Modus Pelaku

Setidaknya ada empat IRT yang mengaku menjadi korban dan sudah lapor ke Polres Kupang Kota, Mereka adalah MB 36 tahun, AS 40 Tahun, YF 23 tahun dan RF 22 tahun.

BACA JUGA: Majelis Gereja Di Kupang Perkosa Anaknya Sejak 2004-2014, Tetapi Keluarga Besar Bela Pelaku

Sejumlah ibu rumah tangga yang telah melapor ke polres Kupang Kota adalah, YFS (23), RF (22), AS (40) dan MB (36).

Para korban tergoda karena Stefanus mengaku sebagai pendoa dan dapat menyembuhkan orang yang sakit, masalah ekonomi, dan masalah rumah tangga lainnya.


BACA JUGA:Sadis, Seorang Anak Di NTT, Bunuh Dan Potong Kemaluan Ayah Kandungnya


“Dia mengaku sebagai tim doa dan bisa mendoakan orang yang sakit atau memiliki masalah kesehatan dan masalah lainnya,” Kata salah satu korban yang tidak mau menyebutkan namanya.

BACA JUGA: Setelah "Layani" Suami, Wanita Di NTT "Digoyang Rudal" Selingkuhan, Akhirnya Berdarah-darah


Para korban datang dengan masalahnya masing-masing. Ada yang berharap segera mendapatkan anak, masalah rumah tangga dan sakit penyakit kronis.

BACA JUGA: Majelis Gereja Di Kupang Perkosa Anaknya Sejak 2004-2014, Tetapi Keluarga Besar Bela Pelaku


Ritual Gunakan Kitab Suci dan Pisau: Disuruh Buka Semua Pakian

Untuk meyankinkan para korban, Stefanus menggunakan kitab suci, pisau, tanah dan air, kemudian dimasukkan ke mulut lalu menyemburkan ke tubuh korban.

BACA JUGA: Isi chat "RANJANG" oknum Habib dengan wanita berinisial "F", bahas "pisang yang tegang"

Para korban terlebih dahulu disuruh masuk ke kamar indekosnya dan membuka seluruh pakaian. Usai menyemburkan air bercampur tanah, pelaku meraba-raba serta meremas payudara dan kemaluan para korban. Ada seorang korban yang belum memiliki keturunan, disuruh membuka pakaian lalu disemburkan air dan tanah ke kemaluannya.

BACA JUGA: Gadis Di TTS Melahirkan Anak Kembar Dari Ayahnya Sendiri Setelah Dua Kali Diperkosa

Para korban tidak berani menceritakan ‘ritual’ aneh yang mereka alami itu kepada suami mereka masing-masing.

“Pokoknya setelah badan kita disembur dan diraba-raba, kami seperti sudah tidak sadar lagi,” kata salah satu korban berinisial AS.

Menurut AS, pekan lalu salah seorang adiknya datang ke indekost mereka. Adiknya tertarik untuk didoakan oleh Stefanus, sehingga sembuh dari penyakit yang diderita.

Adiknya kaget karena Stefanus mengatakan bahwa korban menderita penyakit AIDS, sehingga disuruh bugil dalam kamar. Merasa aneh dengan ‘ritual’ dari Stefanus. Korban menolak saat pelaku memintanya menanggalkan seluruh pakaian di badan.

BACA JUGA: Oknum ASN Di Sabu Diduga Remas P4yu Dar4 Gadis 18 Tahun, Dewan Desak Polisi Penjarakan Pelaku

Adik AS kemudian pulang dan menceritakan kepada kakaknya berinisial MB tentang kejadian itu, MB kemudian curhat ke rekannya yang lain.

Ternyata tiga korban yang lain juga mengalami hal yang sama, sehingga menceritakan kepada suami mereka dan melapor ke polisi. hindiatimes.com

BACA JUGA: Isi chat "RANJANG" oknum Habib dengan wanita berinisial "F", bahas "pisang yang tegang"




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel